Aksi Warga Lahore Pakistan Kecam Rasisme di AS
Menurut Kantor Berita ABNA, meninggalnya George Floyd di tangan aparat kepolisian Minneapolis, Minnesota pada Senin (25/5) memicu aksi unjuk rasa warga Amerika Serikat yang memprotes tindakan yang dinilai rasis tersebut. Aksi terus meluas di berbagai kota dalam beberapa hari terakhir.
Disebutkan setidaknya 17 kota besar dikeseluruhan Amerika Serikat yang menggelar aksi protes besar-besaran. Aksi demonstrasi yang kerap berakhir ricuh tersebut, sudah lebih dari 1400 demonstran yang ditahan aparat keamanan. Aksi pengrusakan fasilitas publik, saling menyerang antara demonstran dan aparat kepolisian mewarnai aksi-aksi demonstrasi yang memicu ketidak amanan diseluruh Amerika Serikat.
Aksi demonstrasi dan simpatik atas kematian George Floyd juga terjadi di banyak negara lainnya. Berikut aksi unjukrasa anti rasisme yang terjadi di kota Lahore Pakistan oleh ratusan warga setempat. Mereka mengutuk perlakuan aparat Kepolisian AS kepada George Floyd warga kulit hitam yang menyebabkan kematiannya.
Pada aksi tersebut, demonstran juga mengingatkan untuk tidak melupakan Khasmir. Demonstran menyebutkan sampai saat ini masih terjadi genocyda di Khasmir yang disebut lahir dari diskriminasi ras. Dengan membawa poster Donald Trump, demonstran menjuluki Presiden AS tesebut sebagai raja rasis.